POSBORNEO.COM | PT TAJUK SALEMPANG JAYA | KALTENG SEMAKIN BERKAH | KALSEL BEKERJA BERSAMA MERANGKUL SEMUA

Home / Kapuas Kota Air / Pos Kalteng

Selasa, 30 Juni 2026 - 10:20 WIB

Raih Prestasi Digitalisasi Nasional, Pemkab Kapuas Luncurkan Aplikasi Hapakat E-Retribusi

Bupati Kapuas H. Muhammad Wiyatno saat menabuh katambung didampingi Sekretaris Daerah Usis I. Sangkai, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah Yuliansyah Andrias, dan Kepala Bapenda Kapuas Yaya sebagai tanda diluncurkannya secara resmi aplikasi Hapakat E-Retribusi.

Bupati Kapuas H. Muhammad Wiyatno saat menabuh katambung didampingi Sekretaris Daerah Usis I. Sangkai, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah Yuliansyah Andrias, dan Kepala Bapenda Kapuas Yaya sebagai tanda diluncurkannya secara resmi aplikasi Hapakat E-Retribusi.

POSBORNEO.COM, KUALAKAPUAS – Bupati Kapuas H. Muhammad Wiyatno secara resmi membuka kegiatan Perhitungan Potensi dan Proyeksi Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekaligus meluncurkan (launching) aplikasi Hapakat E-Retribusi Kabupaten Kapuas Tahun 2026. Agenda strategis yang diprakarsai oleh Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Kapuas ini diselenggarakan di Ruang Rapat Rumah Jabatan (Rujab) Bupati Kapuas, Selasa (30/6/2026) pagi.

Agenda ini dihadiri langsung oleh Sekretaris Daerah Kapuas Usis I. Sangkai, Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kalimantan Tengah Yuliansyah Andrias, perwakilan Direktorat Pendapatan Daerah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI selaku narasumber utama, serta Pimpinan Bank Kalteng Cabang Kuala Kapuas. Turut hadir pula Kepala Kantor Pertanahan Kapuas, para staf ahli bupati, asisten setda, kepala perangkat daerah, camat, dan Kepala UPT PPRD se-Kabupaten Kapuas.

Dalam laporannya, Kepala Bapenda Kapuas Yaya menjelaskan urgensi mendasar dari penyelenggaraan kegiatan ini demi masa depan keuangan daerah.

“Kegiatan ini dilaksanakan sebagai salah satu upaya pemerintah Kabupaten Kapuas untuk meningkatkan kemandirian fiskal daerah melalui optimalisasi pengelolaan pendapatan asli daerah yang didukung oleh data potensi yang akurat, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan,” jelas Yaya.

Bupati Kapuas H. Muhammad Wiyatno dalam arahannya menegaskan bahwa agenda ini memiliki arti yang sangat strategis bagi keberlanjutan roda pembangunan dan tidak boleh dipandang sebagai acara seremonial belaka.

“Acara yang kita laksanakan hari ini bukanlah sekadar acara seremonial, melainkan sebuah langkah strategis dan momentum penting dalam upaya kita bersama untuk peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), di mana PAD merupakan salah satu pilar penting dalam mendukung kemandirian fiskal daerah. Semakin optimal PAD yang kita miliki, maka semakin besar pula kemampuan pemerintah daerah dalam membiayai pembangunan, meningkatkan pelayanan publik, serta mewujudkan kesejahteraan masyarakat,” tegas Bupati Kapuas.

Lebih lanjut, H. Muhammad Wiyatno mengingatkan agar perhitungan potensi dilakukan secara cermat guna mengidentifikasi sektor pendapatan yang masih bisa dioptimalkan, tanpa harus membebani masyarakat maupun dunia usaha secara berlebihan. Terkait aplikasi Hapakat E-Retribusi, inovasi berbasis digital ini diyakini menjadi wujud nyata implementasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) untuk menekan risiko kebocoran retribusi serta menjamin akurasi data transaksi yang transparan.

Di tempat yang sama, Kepala Perwakilan BI Kalteng Yuliansyah Andrias memberikan apresiasi luar biasa atas lompatan digitalisasi yang diraih oleh jajaran Pemkab Kapuas.

“Tentunya kami dari Bank Indonesia mengucapkan apresiasi dan terima kasih kepada pemerintah Kabupaten Kapuas karena pada tahun 2025 yang lalu capaian dari Kabupaten Kapuas untuk program digitalisasi daerah dalam lingkup tim percepatan dan perluasan digitalisasi daerah ini peringkat 35 dari seluruh nasional untuk level Kabupaten,” ungkap Yuliansyah Andrias.

Lebih lanjut, Yuliansyah Andrias menyoroti bahwa variasi kanal digital yang disediakan Pemkab Kapuas bersama Bank Kalteng sebenarnya sudah sangat lengkap dan memadai, mulai dari layanan QRIS hingga transfer bank. Tantangan terbesar saat ini adalah menggeser preferensi transaksi masyarakat yang masih dominan memilih jalur tunai. Untuk itu, BI menyatakan siap bersinergi penuh dalam aspek edukasi dan sosialisasi, serta meminta peran aktif para camat selaku pimpinan wilayah untuk menjadi role model penggerak transaksi non-tunai di masyarakat.

Peluncuran aplikasi Hapakat E-Retribusi ini ditandai secara simbolis dengan prosesi penabuhan katambung oleh Bupati Kapuas bersama Sekretaris Daerah, Kepala Perwakilan BI Kalteng, dan Kepala Bapenda Kapuas. Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi pemaparan materi perhitungan potensi oleh tim narasumber dari Direktorat Pendapatan Daerah Kemendagri RI. (*)

Share :

Baca Juga

Kapuas Kota Air

Pemkab Kapuas Evaluasi PBJ dan Percepatan Pengadaan Perubahan TA 2026

Nasional

Menhut Cabut Izin Lima Perusahaan terkait Karhutla, Satu Diantaranya di Kapuas Kalteng

Kapuas Kota Air

Pemkab Kapuas Siap Genapi 9 Langkah Konkret Pengendalian Inflasi

Kapuas Kota Air

Bupati Kapuas Buka Rakor Evaluasi PAD sekaligus Launching QRIS Retribusi

Pemprov Kalteng

Gubernur Kalteng Agustiar Sabran Pimpin Upacara Hari Jadi ke-67 Barito Selatan

Pemprov Kalteng

3.000 Mahasiswa Kalteng Terdampak Karhutla Terima Sembako dan Bantuan Tunai dari Pemprov

Pemprov Kalteng

Gubernur Kalteng Serahkan Bantuan Pangan untuk Relawan Karhutla, Pemprov juga Upayakan Jaminan Sosial

Kapuas Kota Air

Bupati Kapuas Safari Jumat di Murung Keramat dan Panamas, Tinjau Infrastruktur