POSBORNEO.COM, KUALAKAPUAS – Penyuluhan mengenai AIDS, Tuberkulosis (TBC), dan Malaria (ATM) digelar di Desa Tamban Baru Mekar, Kecamatan Tamban Catur, Kabupaten Kapuas, pada Kamis (1/10/2026). Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat terkait pencegahan serta pengendalian penyakit menular.
Pemerintah Kecamatan Tamban Catur turut memantau langsung jalannya acara sebagai bentuk dukungan terhadap edukasi kesehatan wilayah setempat. Camat Tamban Catur, Syaiful Fadjri, S.STP., MPA, hadir secara langsung sekaligus menjadi salah satu narasumber.
Dalam paparannya, Syaiful menekankan bahwa upaya pencegahan penyakit tidak hanya menjadi tanggung jawab tenaga kesehatan, melainkan membutuhkan kepedulian dan peran aktif seluruh lapisan masyarakat.
Ia menjelaskan bahwa pengetahuan masyarakat mengenai cara penularan, gejala, pencegahan, serta pentingnya pemeriksaan dan pengobatan yang tepat sangatlah krusial. Dengan pemahaman yang baik, warga diharapkan dapat lebih cepat mengenali potensi penyakit dan mengambil langkah tepat melalui fasilitas kesehatan yang tersedia.
“Pencegahan penyakit harus dimulai dari kesadaran kita bersama. Masyarakat perlu mendapatkan informasi yang benar, memahami cara pencegahannya, dan tidak ragu untuk memeriksakan diri apabila menemukan gejala yang mengarah pada penyakit tersebut,” ujar Syaiful.
Lebih lanjut, Camat juga mengajak pemerintah desa, kader kesehatan, tokoh masyarakat, dan warga untuk memperkuat kepedulian terhadap kesehatan lingkungan serta keluarga. Menurutnya, penyampaian informasi yang berkelanjutan akan membantu membangun kebiasaan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).
Rangkaian penyuluhan diisi dengan penyampaian materi terkait AIDS, TBC, dan Malaria, lalu dilanjutkan dengan sesi diskusi serta tanya jawab interaktif bersama peserta. Melalui kegiatan ini, warga Desa Tamban Baru Mekar diharapkan memperoleh wawasan yang lebih luas mengenai pentingnya deteksi dini dan pencegahan penyakit menular.
Pemerintah Kecamatan Tamban Catur menyambut baik agenda ini dan berkomitmen untuk terus mendukung sinergi antara pemerintah desa, tenaga kesehatan, kader, serta warga dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
Melalui kolaborasi dan edukasi yang berkesinambungan, masyarakat diharapkan semakin peduli terhadap kesehatan diri, keluarga, maupun lingkungan sekitar. (*)










