POSBORNEO.COM, KUALAKAPUAS – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kapuas menggelar rapat koordinasi (rakor) terkait pelaksanaan Program Cetak Sawah Rakyat Tahun 2026, Rabu (26/8/2026).
Kegiatan berlangsung di Ruang Rapat Kepala Dinas PUPR Kabupaten Kapuas.
Rapat dipimpin Kepala Dinas PUPR Kabupaten Kapuas Hargatin, yang juga menjabat Ketua Pelaksana Konstruksi Cetak Sawah Kabupaten Kapuas Tahun 2026.
Rakor digelar sebagai upaya mempercepat pelaksanaan program sekaligus memperkuat koordinasi antarunsur yang terlibat dalam kegiatan Cetak Sawah Rakyat.
Rapat dihadiri para pengamat dan Petugas Penyuluh Pertanian (PPL) dari delapan lokasi desa sasaran program.
Mereka berasal dari sejumlah kecamatan, yakni Kapuas Kuala, Tamban Catur, Bataguh, Selat, Kapuas Hilir, Kapuas Timur, Kapuas Murung dan Dadahup.
Selain itu, hadir pula tim teknis, tim administrasi, dan tim koordinasi. Pertemuan tersebut menjadi sarana menyamakan persepsi serta memperkuat koordinasi antara PPL pertanian dan pengamat pengairan.
“Rapat hari ini bersama PPL, pengamat, tim teknis, administrasi, dan tim koordinasi dalam rangka percepatan, termasuk serah terima pekerjaan dengan kelompok tani maupun petani,” kata Hargatin.

Ia menjelaskan, sejumlah tahapan utama pekerjaan telah dilaksanakan, mulai dari pembukaan lahan (land clearing), perataan tanah (land leveling), hingga pembangunan infrastruktur air dan pendukungnya.
“Ya, infrastruktur seperti parit, tanggul, dan pipa-pipa sudah terpasang. Minimal 10 hektare sudah bisa diserahterimakan kepada petani atau kelompok tani untuk dilanjutkan ke tahap berikutnya,” ujarnya.
Menurut Hargatin, koordinasi menjadi hal penting untuk memastikan setiap tahapan berjalan sesuai ketentuan. Karena itu, pihaknya juga memberikan perhatian terhadap tertib administrasi agar pelaksanaan program berjalan lancar.
“PPL ini yang paling dekat dengan kelompok tani dan petani. Kami berkumpul hari ini untuk menyamakan persepsi dalam rangka percepatan program Cetak Sawah Rakyat ini,” katanya.
Hargatin juga menyampaikan perkembangan pelaksanaan program. Sejumlah lokasi sasaran bahkan telah memasuki tahap penanaman.
“Yang sudah tanam di Desa Sumber Agung, Kecamatan Dadahup,” ungkapnya.
Ia menegaskan, Dinas PUPR Kabupaten Kapuas akan terus mengawal pelaksanaan program tersebut agar berjalan sesuai target dan harapan.
Menurutnya, Cetak Sawah Rakyat merupakan salah satu program strategis yang perlu dilaksanakan secara terpadu.
Selain mempercepat pelaksanaan fisik, koordinasi antara PPL pertanian dan pengamat pengairan juga diperlukan untuk memperoleh data lapangan, menentukan lokasi calon cetak sawah, serta menyinkronkan kondisi lahan dengan jaringan pengairan sebagai bahan penyusunan Site Investigation and Design (SID).
“Program ini kerja tim. Karena itu, penting untuk saling mendukung demi suksesnya Cetak Sawah Rakyat di Kabupaten Kapuas,” pungkasnya. (*)










