POSBORNEO.COM, KUALAKAPUAS – Gerakan Pramuka terus didorong menjadi bagian strategis dalam membangun karakter peserta didik. Hal itu disampaikan Kakwarcab Kapuas H. Suwarno Muriyat yang juga jabat Kadisdik, saat membuka Kursus Mahir Dasar (KMD) bagi pembina Pramuka se Kwarcab Kapuas, Jum’at (2/10/2026) siang di aula Disdik setempat
KMD menjadi ruang penguatan kompetensi pembina dari Gugusdepan yang berpangkapan di sekolah/madrasah, sekaligus memperkuat peran Gerakan Pramuka dalam mendukung transformasi pendidikan melalui Pendidikan Hebat Kapuas Bersinar (PHKB).
Dalam sambutannya, Suwarno menegaskan bahwa Pramuka bukan sekadar kegiatan ekstrakurikuler, tetapi merupakan salah satu instrumen penting dalam membentuk peserta didik yang berkarakter, mandiri, disiplin, bertanggung jawab dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan serta sesama.
“KMD ini bukan hanya tentang mendapatkan keterampilan kepramukaan, tetapi bagaimana pembina mampu menghadirkan pendidikan karakter yang nyata dan menyenangkan bagi peserta didik,” ujarnya.
Menurutnya, nilai-nilai kepramukaan memiliki keterkaitan kuat dengan 7 Program Prioritas PHKB, khususnya penguatan karakter, literasi dan numerasi, budaya lokal, sekolah ramah anak dan inklusif, kecakapan digital hingga pembentukan peserta didik yang kompetitif.
Ia mengajak para pembina memanfaatkan KMD sebagai momentum untuk menghadirkan inovasi pembelajaran berbasis pengalaman serta pengabdian sebagai Ikhlas Bakti Bina Bangsa Berbudi Bawa Laksana dalam mendampingi kaum muda dalam mencapai cita-citanya.
“Koordinasi, kolaborasi dan konsistensi harus menjadi energi bersama. Guru mengajar dengan kompetensi, pembina mendidik dengan keteladanan, dan peserta didik tumbuh melalui pengalaman yang bermakna,” katanya.
Sementara itu, Kepala Pusdiklatcab Kapuas H. Radiansyah dalam laporannya menyampaikan bahwa KMD diikuti sebanyak 55 peserta dibagi dalam dua sesi yakni tiga hari diakhir minggu (2-4 Okt) dan sesi kedua (9-11 Okt).
Kegiatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kapasitas pembina dalam merancang dan melaksanakan kegiatan kepramukaan yang edukatif, kreatif, menarik dan sesuai dengan kebutuhan perkembangan peserta didik.
“KMD menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem pendidikan karakter di satuan pendidikan. Melalui pembina yang kompeten, nilai-nilai seperti disiplin, gotong royong, kepemimpinan, kemandirian, tanggung jawab dan kecintaan terhadap budaya lokal dapat ditanamkan secara lebih kontekstual.
Dengan demikian, KMD tidak berhenti pada kursus, tetapi menjadi gerakan untuk melahirkan pembina yang mampu mengubah kegiatan Pramuka menjadi ruang belajar yang hidup—membentuk peserta didik berkarakter kuat, berbudaya, adaptif dan siap bersaing,” pungkasnya. (*)










